Selasa, 29 Maret 2011

tugas softskill : Bhs Inggris


1. Bob said to me,"Mary is crying on my shoulder at the moment."
2. Tom said to me," I don't want to eat this food."
3. Mary said to me,' I called my friend yesterday."
4. Bill said to me," The children are planning to go to that new museum now."
5. Tom said to me," I haven't called Mary since yesterday.'
6. Joe said to me that he had been sitting there next to my house since two
hours before.
7. John said to Mary that he had written all of their stories in his new book.
8. Jane said to me that she created her new painting in my room.
9. Tom said to me that he spent his time in this room.
10.Bob said to me that Anne didn't put the dictionary on that table.

Adverb

quoted reported
now then
today that day
tomorrow the next day
next week the following
week
yesterday the day before/
the previous day
last week the previous
week
a year ago a year before
this that
that this
here / there there / here
answer
1. Bob said to me that mary was crying on his shoulder at the moment .
2. Tom said to me that he didn’t want to eat that food .
3. Mary said to me that she had called her friend the day before .
4. Bill said to me that the children were planning to go to this new museum then .
5. Tom said to me that he hadn’t called mary since the prenous day .
6. Joe said to me, “ I have been sitting here next to your house since two hours before” .
7. John said to me, “ I written all of their stories in my new book” .
8. Jane said to me, “I create my new painting in your room” .
9. Tom said to me, “I spend my time in that room” .
10. Bob said to me. “anne don’t pot the dictionary on this table” .

Jumat, 04 Maret 2011

Sun afternoon


Sun afternoon
As dusk closed my day
Afternoon sun began to slowly hide
Closing the day into night
Life is like to follow the rhythm of the turn this time
I'm lost in the atmosphere this time
Somehow this feels himself flying in the wind in the afternoon
Shake gently blowing his leaves
I brought her almost asleep
Then I realized
That tomorrow the sun will reappear
Reveal its beauty again
And give new life again

My personal experience

This experience comes from my own life, this story started when I was 6 years old. I was only able to ride a bike, so maybe this incident by my own naughtiness. this happens when I want to go to my grandma's house a different village with my parents' house, I went to my grandma's house after I came home from school.

I ride a bike fast because I wanted to meet with my old JV which has been there first, because it is in a hurry to arrive at a place all of a sudden my bike tires on the streets of the rather large rock that made me fall and my head on gravel, which until now his scar was still there.Simak
Baca secara fonetik

This experience is not possible because I forget my mirror every visible scar her and I immediately remembered this incident, this is a bad incident I've ever experienced, thanks.

Senin, 10 Januari 2011

rangkuman bab 3 aep hidayat 10210240 1EA19


KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
A.  Pendekatan kesusastraan
IBD yang dulu mempunyai nama Basic Humanities, yang berasal dari bahasa inggris the humanities. Istiloah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus.untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu the humanities. Pada umumnya the humanities mencangkup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sejarah, sastra, cetrita rakyat, dan sebagainya.
IBD adalah salah satu mata kuliah yagn diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD semata-mata sebagai salah satu usaha yang mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
B.   Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan prosa
Istilah ini banyak padanannya. Kadang disebut juga narrative fiction, prosa fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemerran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru :
A.     Prosa lama meliputi
1.      Dongeng-dongeng
2.      Hikayat
3.      Sejarah
4.      Epos
5.      Cerita pelipur lara
B.     Prosa baru meliputi
1.      Cerita pendek
2.      Roman/novel
3.      Biografi
4.      Kisah
5.      Otobiografi
C.   Nilai – nilai dalam prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra ( prosa fiksi ) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain prosa mempunya bnilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nila yagn diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.      Prosa fiksi memberikan ketenangan
2.      Prosa fiksi memberikan informasi
3.      Prosa fiksi memberikan warisan cultural
4.      Prosa fiksi memberikan keseimbangan wawasan
D.  Ilmu budaya dasar yang dihubungkan dengan puisi
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Jadi makna puisi berarti ekpresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya. Kepuitisan, Keartistikan atau Keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan mengunakan :
1.      Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora,  perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik, dan member kejelasan gambaran angan.
2.      Kata-kata yagn ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.      Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.      Pengulangan, yagn berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yagn dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan-alasan yagn mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut :
1.      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
2.      Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual
3.      Puisi dan keinsyafan social

Secara imaginative puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia social yang bisa berupa :
·         Penderitaan atas ketidak adilan
·         Perjuangan untuk kekuasaan
·         Konflik dengan sesamanya
·         Pemberontakan terhadap hokum tuhan
Puisi-puisi umumnya sarat akan nilai-nilai, estitika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusian yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih ( yang terpaut didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan ). Berikut contohnya :
Kami duduk berdua
Dibangku halaman rumah
Pohon jambu dihalaman itu
Berbuah dengan lebatnya
Dan kami senang memandangnya
Angin yang lewat
Memainkan daun yang berguguran
Tiba-tiba ia bertanya :
“mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka ?”
aku hanya tertawa
Lalu ia semangatkan dengan mesra
Sebuah peniti menutup bajuku
Sementara itu
Aku bersihkan
Guguran bunga jambu
Yang mengotori rambutnya

Dan coba perhatikan kutipan prosa dan ini :
            Menembus waktu
Rasanya aku pergi masih sore, tadinya sudah kurencanakan siang hari tapi ada-ada saja halangannya, pukul 5 baru aku pulang ke rumah. Tapi tak mengapa, kata teman-teman kalo mau berobat lebih baik agak lambat karena kalo sore-sore banyak pasien sehigga kita harus lama sekali menunggu.
Sambil menunggu sholat maghrib, sebelum berangkat ke rumah sakit aku membaca dulu sambil tiduran. Dan aku tertidur entah berapa lama. Tanpa melihat dulu jam ketika bangun, aku langsung pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter yang kata teman-teman hari ini buka praktek di rumah sakit perkebunan.
Aku menolak tawaran haris yang bersedia mengantar aku, ah..terlalu banyak kebaikan yang diberikiannya kepadaku. Entah dengan apa aku membalasnya. Aku belum mengerti akan sikap orang yang satu ini. Padahal tiga tahun lalu aku pernah menyakiti hatinya, menolak cintanya yang tulus. Dan aku memilih satu diantara saingannya.
Tetapi walaupun begitu haris tidak pernah merasa sakit hati malahan ketika aku hendak melangsungkan pernikahan dengan farid ia mau membantu segala macam persiapan. Ketika acara pernikahan itu tidak biasa dilangsungkan karena farid meninggal tabrakan haris selalu menghiburku. Bahkan ketika aku sudah tidak tahan lagi tinggal di kotaku, haris pulalah yang menawarkan jasanya member petunjuk supaya aku pindah saja dari kampung halamanku. Ia mencarikan pekerjaan untukku, dan pindahlah aku berkerja di kota sukaresik ini. Walaupun selama ini ia tidak pernah lagi menyinggung  soal cintanya yang dulu pernah di utarakannya padaku, namun aku mengerti aka isi hatinya. Dan sayangnya sampai sekarang aku hanya menganggap dia sebaagi kakak dan tidak lebih dari itu.
Aku lupa memakai jam tanganku, sehingga aku tidak tahu pukul berapa saat itu. Aku meluncur dengan motorku menembus kegelapan malam. Udara sangat dingin, tapi aku yakin sekali hari masih sore, baru kira-kira pukul setengah tujuh. Tepat sekalia kalo aku datang jam-jam segini, karena kemungkinan pasien sudah tidak begitu banyak.
Pernah sekali aku lewat didepan rumah sakit itu ketika jalan-jalan bersama haris. Rumah sakit itu tidak begitu besar, tapi keadaannya masih baik, walaupun bangunannya sudah sangat begitu tua. Sudah mengalami beberapa perbaikan rupanya, karena menurut cerita haris, rumah sakit itu dibangun sekitar tahun 1900. Dan itu lah sebabnya bangunan rumah sakit itu kelihatan sangat angker ditambah lagi pohon-pohon besar disekelilingnya.
Ketika aku lewat seminggu yang lalu rumah sakit itu sangat terlihat sepi, hanya satu-dua orang yang datang berobat. Tapi entahlah  kalau memang pada hari itu dokternya sedang tidak praktek. Kata ibu sebelah rumahku, dokter rumah sakit itu datang seminggu dua kali. Aku lupa menanyakan siapa nama dokternya. Yang aku tahu, dokter itu praktek pada hari senin dan kamis. Kebetulan hari itu kamis malam jum’at.
Jalanan yang ku lewati sepi sekali, namun aku tidak merasa takut. Kukira rumah sakit juga masih ramai seperti yang diceritakan bu ritno.  Katanya kalau ada praktek pasti pasienya banyak bahkan sering sampai jauh malam.
Aku merasa heran, mengapa masih sore begini, keadaan jalan sunyi sekali. Hanya sebelum masuk kompleks perumahan saja ramai. Disana masih banyak bis-bis malam yang lewat. Dan jalan kecil yang kulalui ini begitu sunyi tidak ada sebuah kendaraanpun yang berpapasan denganku.
Agak meremang bulu kudukku tadi ketika mulai memasuki kompleks perumahan itu, karena dikiri kanan jalan yaitu disela-sela bangunan tua tumbuh pohon-pohon raksasa menjulung tinggi sehingga bulan penuh yang menyinari pohon-pohon membuat bayangn hitam pada rumah-rumah.
Diambil dari novel “Menembus Waktu” Bab 2
Oleh : Yati Sadeli
Bonus majalah kartini no 284
Prosa iini menggambarkan hubungan :
1.      Manusia dan harapan
2.      Manusia dan cinta kasih


seni batik


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e7/Batik_Indonesia.jpg/220px-Batik_Indonesia.jpgARTIKEL KEBUDAYAAN

BATIK

Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut. Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".

1.    Sejarah teknik batik

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.
Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an. Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa,
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

2.    Budaya batik

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.
Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun,
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

3.    Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.
Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing daerah.

4.    Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain.
Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

5.    Jenis batik

1.     Menurut teknik

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari
2.      Menurut asal pembuatan

·        Batik Jawa

Batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.